Blah



Hello, pleased to have you here!
I'm Vania Stephanie Hosen, currently twenty-three. I suck at self-introduction, and even worse on self-explaining. See? Now you get what I mean. And oh, I speak fluent sarcasm.


Elsewhere
+ follow
emailfacebooktwitterinstagram
linked.inask.fmsoundcloud



Folks
Gina EkajatiChrisya Sabaru
Shella TanekeMichella Aurelia
Stefanie AdeliaKezia Debora
Yosea KurniantoMochamad Aldis
Hafid PradiptaAndita Purnama
Berliana OktovianiPratiwi Hamdhana
Winda YunnalM. Firmansyah Kasim



Timetravel


fictionwanderlustbirthday



Muse
• The Change Blog •
• Girl Meets Life •
• A Beautiful Mess •
• Escaping the Mainstream •
• Disrupting the Rabblement •
• Damien Rice •



disclaimer
Best viewed in Google Chrome.
© 2015 vaniahosen.blogspot.com. Layout made by tkh.
Jadi, apalah arti hidup jika tidak bertumbuh?
Thursday, December 25, 2014 | 9:28 PM | 0 comments (+)

Seakan diguncang dari hidup yang bagaikan air tenang sepanjang tahun, Desember tahun ini merupakan bulan penuh air mata bagi saya. Dihadapkan pada tantangan, kegagalan, dan kekecewaan, semuanya datang tanpa jeda, layaknya ingin meremukkan optimisme dan kepercayaan diri saya selama ini. Sesungguhnya saya sempat bertanya, mampukah saya melalui segala kesulitan ini.

Kita boleh berdoa untuk hidup yang bebas dari cobaan, tantangan dan godaan. Kita boleh berdoa untuk kondisi yang lebih mudah. Kita boleh berdoa untuk hari yang lebih mulus tanpa kesulitan. Tidak ada yang salah dari itu. Namun, jika mereka yang tak pernah diundang datang untuk memberi warna pada hidup, layakkah kita mengeluh dan mempertanyakan Tuhan?

Air mata yang bercucuran sebagai respons akan kesedihan yang mendalam, wajarkah?
Meragukan diri sendiri karena kegagalan yang terlalu menyakitkan, wajarkah?

Sampai akhirnya makna Natal menyegarkan saya pagi ini. Ketika saya selama ini mengandalkan kekuatan saya sendiri, Tuhan menyadarkan saya melalui serangkaian kegagalan ini. Bahwa saya sudah terlalu lama membohongi diri saya sendiri, mencoba menunjukkan kemandirian saya yang sebetulnya tidak pernah ada. Segala kekecewaan ini mempunyai maksud. Layakkah saya sering mengeluh atas kesulitan hidup yang mungkin tak seberapa jika dibandingkan orang lain? Bukankah Ayub yang kesalehannya tak perlu dipertanyakan pun harus kehilangan seluruh harta bahkan keluarganya sekejap mata?

Ada yang berkata, kesuksesan akan lebih berharga jika sudah didahului oleh kegagalan. Setelah mengalami kegagalan, barulah kita mampu memaknai kesuksesan lebih sungguh, barulah kita memiliki karakter yang lebih tahan banting, barulah kita mampu memiliki iman yang diteguhkan. Dengan hujan air mata, saya sadar betul karya Tuhan yang indah dibalik semua ini: Tuhan masih sayang pada saya, tidak memberikan pencobaan di luar kemampuan saya, tidak sedetik pun meninggalkan saya sendiri di kesedihan mendalam ini, dan di atas segalanya, memberi saya harapan untuk melangkah ke masa depan yang lebih cerah.

Mengutip sebagian kecil dari khotbah Natal  pagi ini yang sukses membuat saya kembali penuh dengan haru:
“Hendaklah kesuksesan tahun ini tidak meninggikan kita, dan hendaklah kegagalan tahun ini tidak menghambat kita di 2015.”
Setiap kesuksesan kiranya dapat kita sadari bersumber dari Allah, sehingga biarlah nama Tuhan semakin besar dan kita semakin kecil. Di sisi lain, segala kegagalan hendaklah dipercaya ada maksud dan rencana Tuhan yang indah. Rancangan-Nya mungkin tidak dapat kita selami saat ini, tapi dengan iman, kita tahu kita tidak melaluinya sendirian.

Begitu indah karunia yang dianugerahkan Tuhan melalui kedatangan-Nya, iman kita yang terkecil sekalipun Tuhan tak tinggalkan. Dibalik semua rencana-Nya yang kekal, karena cinta Tuhan yang luar biasa, semua yang terjadi semata-mata ingin mendekatkan kita kembali pada Tuhan. Natal tahun ini jelas mendekatkan saya pada-Nya, walaupun harus dengan cara tidak seorang pun inginkan. Namun, di atas segalanya, saya bersyukur Tuhan mengizinkan semuanya ini terjadi.

Semoga kita boleh diberi iman yang teguh bahwa semua yang indah telah disediakan bagi kita menurut cara-Nya dan waktu-Nya.

Soli deo Gloria.

Vania Stephanie Hosen.
25 Desember 2014.





< O L D E R P O S T S     |     H O M E     |    N E W E R P O S T S >